Pura Sakenan
Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar selalu diberikan kesempatan atau kepercayaan ‘’ngayah’’ setiap berlangsungnya pujawali di Pura Dalem Sakenan, di Desa Adat Serangan, Denpasar Selatan. Demikian pula pada Karya Pengratep di Pura Sakenan yang puncaknya berlangsung bertepatan dengan rerahinan suci Kuningan Sabtu (24/10) ini, Unhi ngayah selama karya hingga prosesi panyineban 31 Oktober 2009 mendatang. Selain ngayah maketis tirta, membagikan bija dan ngayah di bagian dana punia, Unhi juga ngayah masolah tarian wali dan megambel.
Wakil Rektor III Unhi Drs. I Wayan Winaja, M.Si. ketika ditemui di sela-sela pelaksanaan ngayah di Pura Dalem Sakenan Jumat (23/10) mengatakan, tiap hari selama pujawali, sebanyak 25 orang mahasiswa Unhi diterjunkan ngayah pagi hari hingga sore, dan 25 orang ngayah dari sore hingga malam hari. Selama ngayah mereka didampingi dua orang dosen pendamping. Sementara pada prosesi ritual Melasti yang dirangkaikan dengan Tawur Gentuh ring segara serangkaian Karya Pengratep Jumat (23/10) , sejumlah mahasiswa, dosen dan pegawai Unhi ngayah Tari Rejang, Topeng Sidakarya dan Wayang Lemah.
Bagi mahasiswa Unhi, kegiatan ngayah ini memiliki makna strategis dalam rangka lebih meningkatkan sradha bakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sebagai insan lembaga pendidikan tinggi bernuansa Hindu, kegiatan ngayah ini sebagai implementasi dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dharma yang ketiga yakni pengabdian. ‘’Kegiatan Ngayah ini sebagai bentuk sumbangsih lembaga pendidikan bernuansa Hindu dalam pembangunan di bidang spiritual. Bagi mahasiswa, kegiatan ini merupakan bentuk praktik agama. Dengan demikian mahasiswa tidak hanya mengenal teori semata.
Dikatakannya, kegiatan ngayah di pura-pura kahyangan jagat serangkaian pujawali merupakan agenda rutin Unhi, sebagai salah satu wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. September 2009 lalu, Unhi juga diberi kepercayaan ngayah masolah lan megambel di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Gunung Salak, Bogor serangkaian pujawali. Saat pujawali di sana, Unhi ngayah Tari Rejang Dewa, Topeng Sidakarya dan Wayang Sudamala, megambel mengiringi tari Baris Gede, serta mementaskan seni balih-balihan berupa kesenian Bondres, Tari Cendrawasih, Tari Sekarjagat, Tari barong dan sebagainya.