Pentaskan Tari Barong
Kegiatan ngayah keluarga besar Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, terus berlanjut. Setelah ngayah masolah tarian wali dan megambel serangkaian Karya Pengratep di Pura Dalem Sakenan, Jumat (23/10) lalu, Unhi melanjutkan kegiatan ngayah di Pura Luhur Pakendungan, Tanah Lot Tabanan juga serangkaian pujawali. Bertepatan dengan rerahinan Kuningan, Sabtu (24/10) malam, Unhi ngayah masolah tari Barong dan Topeng Sidakarya di pura tersebut.
Wakil Rektor III Unhi Drs. I Wayan Winaja, M.Si. mewakili Rektor Unhi Prof. Dr. IB Yudha Triguna, MS Senin (26/10) mengatakan, sebanyak delapan mahasiswa Unhi terlibat ngayah saat itu. Mereka didampingi Koordinator UKM Tabuh dan Tari Unhi Drs. AA Gde Tresna, M.Si. Penampilan pragina Unhi mementaskan seni wali itu mendapat respons yang cukup baik dari pemedek yang tangkil mebakti. ‘’Unhi selalu siap ngayah masolah dan megambel, jika umat menghendaki. Terima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan umat terhadap Unhi selama ini,’’ ujarnya.
Kegiatan ngayah ini memiliki makna penting bagi mahasiswa dalam rangka lebih meningkatkan sradha bakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sebagai insan lembaga pendidikan tinggi bernuansa Hindu, kegiatan ngayah ini sebagai implementasi dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dharma yang ketiga yakni pengabdian. Pun, kegiatan itu salah satu perwujudan dari visi dan misi Unhi. Unhi memiliki visi menjadi universitas unggulan di Indonesia serta pusat pengkajian dan pengembangan agama dan budaya Hindu Indonesia terbaik di kawasan regional. Salah satu misinya adalah menyelenggarakan pendidikan tinggi berbasis kompetensi yang mengacu pada Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menganut nilai-nilai ke-Hinduan. ‘’Kami sangat mendukung kegiatan ngayah para mahasiswa dalam rangka meningkatkan srada dan baktinya kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Mereka yang aktif ngayah dan memiliki kemampuan akademis yang bagus akan diprioritaskan untuk mendapatkan beasiswa,’’ katanya.
Dikatakannya, kegiatan ngayah di pura-pura kahyangan jagat serangkaian pujawali merupakan agenda rutin Unhi. September 2009 lalu, Unhi juga diberi kepercayaan ngayah masolah lan megambel di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Gunung Salak, Bogor. Saat pujawali di sana, Unhi ngayah Tari Rejang Dewa, Topeng Sidakarya dan Wayang Sudamala, megambel mengiringi tari Baris Gede, serta mementaskan seni balih-balihan berupa kesenian Bondres, Tari Cendrawasih, Tari Sekarjagat, Tari barong dan sebagainya.