background

BERITA

Tim UNHI Ngaturang Ayah di Puncak Karya Panca Wali Krama


Image

Universitas Hindu Indonesia mengerahkan dosen dan mahasiswa untuk ngaturang ayah dalam bentuk kesenian di Puncak Karya Agung Panca Wali Krama Rabu (20/3) kemarin. Ini salah satu bentuk komitmen UNHI untuk terus berupaya berkontribusi dalam hal pelestarian agama, adat, seni dan budaya Bali.

Rektor UNHI Denpasar, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S mengatakan, selama ini UNHI Denpasar sudah sering melakukan kegiatan ayah-ayah seperti ini setiap karya di Pura Besakih. Kata Prof. Damriyasa, tidak hanya di Besakih saja, tapi keluarga besar UNHI juga rutin ngaturang ngayah seperti ini di pura-pura besar yang lainnya yang ada di Bali. Karena sudah menjadi kewajiban UNHI untuk melakukan kegiatan ngayah seperti ini.

“Kegiatan ini sebagai wujud aktualisasi dari sebagai fungsi UNHI. Dimana, UNHI adalah salah satu universitas yang tidak hanya bergerak di bidang sains dan teknologi saja, akan tetapi bagaimana peran UNHI dalam melestarikan seni adat dan budaya Bali,"ujarnya.

Prof. Damriyasa menambahkan, UNHI memiliki beberapa program studi yang terkait dengan bidang seni dan budaya, seperti Prodi Seni Tari Keagamaan, Prodi Karawitan, Prodi Seni Rupa dan Ornamen Keagamaan. "Jadi inilah wujud nyata kami terkait Karya Agung Panca Wali Krama dan Ida Batara Turun Kabeh ngaturang ayah-ayah berupa tabuh, topeng, rejang renteng sekarang ini saat puncak karya. Karena apa yang kita tampilkan ini sesuai dengan kompetensi yang dimiliki di UNHI," papar Rektor tamatan Jerman ini. 

Lebih lanjut dikatakannya, untuk kedepannya pihaknya akan terus secara berkesinambungan melakukan kegiatan ayah-ayah ini di setiap upacara di pura-pura besar yang ada di Bali. Melalui kegiatan ngayah dalam bentuk kesenian ini diharapkan bisa menarik generasi muda Bali agar ikut melestarikan seni adat dan budaya Bali. "Jadi UNHI punya komitmen untuk menjaga seni, adat, dan budaya Bali. Semoga generasi muda banyak yang berminat di bidang itu," tutupnya. HM