background

BERITA

Unhi Denpasar Gelar Wisuda Sarjana Ke-55 dan Program Doktor Ke-14


Image

UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar Upacara Wisuda Sarjana (S1) ke-55 dan Program Doktor (S3) di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Rabu (29/5). Sebanyak 386 orang wisudawan dilepas langsung oleh Rektor Unhi Denpasar, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS. Jumlah tersebut terdiri dari 373 orang Sarjana dan 13 orang Doktor.

Wisudawan lulusan terbaik diraih untuk program sarjana diraih oleh Ni Putu Dewi Pradnyan, S.Fil. dengan IPK: 3,91 (Cumlaude) dari Program Studi Filsafat Agama Hindu, Fakultas Ilmu Agama, Seni dan Budaya. Sedangkan, wisudawan terbaik untuk program Doktor diraih oleh Dr. Ida Made Pidada Manuaba, S.Ag.,M.Si. dengan IPK: 3,79 (Cumlaude) dari Program Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan. Saat ini, Unhi Denpasar memiliki mahasiswa aktif sebanyak 3.421 orang, yang terdiri dari 2714 orang S1, 576 orang S2 (Magister), dan sebanyak 131 orang S3.

Rektor Unhi Denpasar, Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS., mengatakan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan guna menghasilkan lulusan terbaik, Unhi Denpasar terus berupaya memberikan layanan pendidikan tinggi sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pemangku kepentingan, tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan budaya Hindu. Untuk itu, pihaknya terus mengembangkan program studi (prodi) yang dibutuhkan masyarakat.

Tahun ini Unhi telah memiliki Prodi Ilmu Hukum Adat, yang merupakan prodi yang mempersiapkan SDM yang kompeten dalam mengelola desa adat. Apalagi saat ini Pemerintah Provinsi Bali tengah memperkuat eksistensi desa adat di Bali melalui Perda Nomor 5 Tahun 2019. "Salah satu program studi yang juga sudah disetujui oleh Kemenristekdikti adalah Program studi Sistem Informasi,"ujar Prof. Damriyasa, Rabu (29/5).

Prodi Sistem Informasi ini, dikatakan merupakan salah satu upaya untuk menghadapi tantangan globalisasi di era revolusi industri 4.0 yang dikenal dengan fenomena disruptive innovation, sehingga perguruan tinggi dituntut untuk berubah. Bahkan, Universitas dituntut untuk melakukan perubahan program dan layanan yang lebih banyak menggunakan teknologi digital atau online. "Menghadapi hal tersebut, kami di Unhi sudah mengembangkan manajemen data digital yang terintegrasi dalam layanan akademik maupun tata kelola Universitas,"imbuhnya.

Selain memperkuat tata kelola, lanjut Damriyasa, Unhi Denpasar secara aktif menjalin kerjasama dengan berbagai pihak di tingkat nasional maupun internasional. Disamping juga tetap berkomitmen membantu mewujudkan harapan pemerintah untuk meningkatkan mutu SDM melalui pemenuhan kebutuhan layanan pendidikan tinggi yang terjangkau oleh masyarakat.

Kedepan, Unhi Denpasar Universitas akan merancang program pendidikan sarjana dan pascasarjana bagi para pengelola pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota termasuk pemerintahan desa dalam kerangka program open extended campuss, serta menerapkan pembelajaran daring.

"Kami menaruh harapan besar kepada para alumni untuk mampu berperan positif dalam kehidupan di masyarakat. Karena itu, para alumni harus mendarma-baktikan segala pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk memecahkan permasalahn di masyarakat guna memajukan pembangunan bangsa,"tegasnya.

Upacara Wisuda dihadiri oleh Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI, Prof. Drs. Ketut Widnya, MA.,M.Phil.,Ph.D., Ketua Harian Umum PHDI Pusat, Wisnu Bawa Tenaya, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Bali-Nusra Prof. Dasi Astawa, Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, MA., beserta Sekretaris, Pimpinan PTN dan PTS se-Bali, Penglingsir Puri Kesiman Denpasar, dan stakeholder terkait. HM