background

BERITA

Unhi Denpasar Gelar Yudisium Bersama


Image

MELEPAS sebanyak 44 orang calon wisudawan dari 4 fakultas, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar upacara Yudisium Sarjana (S1) Bersama di Inna Bali Heritage Hotel, Selasa (7/5). Keempat fakultas tersebut adalah Fakultas Ilmu Agama, Seni, dan Budaya (FIASB) 6 orang, Fakultas Teknik (FT) 13 orang, Fakultas Teknologi Informasi dan Sains (FTIS) 8 orang, dan Fakultas Pendidikan Agama dan Seni (FPAS) 17 orang. Para yudisiawan dilepas oleh Wakil Rektor I Unhi Denpasar, Prof. Dr. I Putu Gelgel, SH.,MH., bersama masing-masing Dekan 4 Fakultas tersebut.

Wakil Rektor I Unhi Denpasar, Prof. Dr. I Putu Gelgel, SH.,MH. mengatakan upacara Yudisium bersama ini merupakan suatu kreativitas para Dekan di 4 fakultas Unhi Denpasar. Apalagi, keempat fakultas tersebut dipimpin oleh Dekan Muda yang mempunyai inovasi milenial sesuai dengan perkembangan globalisasi. Sehingga, lebih mengutamakan efektivitas dan efisiensi dari segi pembiayaan dan waktu. Apalagi dalam pengembangan pendidikan, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan SDM di Bali, Unhi Denpasar telah memiliki andil yang cukup besar. Hal ini terbukti bahwa ribuan lulusan dari Fakultas Ilmu Agama Unhi Denpasar telah tersebar diseluruh pelosok Indonesia, terutama SDM dilingkungan Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama. Bahkan, dari jabatan paling bawah hingga jabatan tertinggi merupakan alumni Unhi Denpasar.

Selain itu, dikatakan bahwa dosen di Perguruan Tinggi Agama Hindu di Indonesia sebagaian besar merupakan lulusan dari Undi Denpasar. "Itu artinya bahwa kiprah kita (Unhi Denpasar-red) di dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama SDM Hindu tidak diragukan lagi. Dan ini menjadi kebanggaan bagi Unhi Denpasar bahwa kita sudah ikut ambil bagian di dalam pembangunan pendidikan di dalam negeri ini,"ujar Prof. Gelgel, Selasa (7/5) kemarin.

Tidak hanya lulusan dari Fakultas Ilmu Agama, Seni dan Budaya, lulusan Fakultas lainnya seperti Fakultas Teknik, Fakultas Teknologi Informasi dan Sains, dan Fakultas Pendidikan Agama dan Seni juga telah menelorkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Bahkan, beberapa diantara mereka sudah bekerja dan memiliki usaha kerja. Hal ini dikarenakan mahasiswa Unhi Denpasar memiliki jiwa yang ulet dan kearifan lokal "jengah", sehingga mereka terus berusaha untuk bisa bersaing di dunia kerja.

Lebih lanjut dikatakan, saat ini Unhi Denpasar telah mengusulkan untuk membuka beberapa program studi (Prodi) baru. Diantaranya, Prodi Hukum Adat, Prodi Sistem Informasi, Prodi Arsitektur dan Prodi Farmasi. Bahkan, usulan Prodi Hukum Adat yang belum dimiliki oleh Perguruan Tinggi lainnya sudah mendapatkan izin dan siap menerima mahasiswa baru Tahun Akademik 2019/2020 ini. Bagi masyarakat yang ingin belajar Hukum Adat di Unhi Denpasar akan diberikan beasiswa.

Apalagi, dikatakan bahwa Pemerintah Provinsi Bali saat ini sedang genjar memperkuat eksistensi Desa Adat, sehingga membutuhkan sarjana-sarjana Hukum Adat. "Mudah-mudahan Pemerintah Daerah Bali memberikan beasiswa bagi mereka yang kuliah mengambil jurusan Hukum Adat di Unhi Denpasar,"pungkasnya. HM